Assalamu'alaykum..
Hai ketemu lagi kawan-kawan :) mumpung masih suasana lebaran nih masih di bulan Syawal aku ucapkan Taqabalallahu mina wa minkum, wa shiamana wa shiamakum.. Selamaat lebaraan dan liburan tentunya kawan.. Eits tapi beda dengan jadwalku mahasiswa yang udah boleh dibilang tingkat akhir di jurusan Akupunktur Poltekkes Surakarta ini baru tadi pagi habis pembekalan KKN katanya, dengan istilah kerennya OTOF - CIP IPEC (One Team Student One Family - Community Intership Program Inter Profesional Education and Collaboration) artinya cari sendiri ya di Google, wkwkwk. Intinya kita mahasiswa Poltekkes Solo diminta untuk bisa berkolaborasi antar jurusan yakni Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Okupasi Terapi, Ototik Prostetik, Terapi Wicara, Akupunktur, dan Jamu. Itulah jurusan yang membanggakan yang ada di kampusku, *eyaaaak.. Tapi mahasiswa biar lebih singkat biasanya bilang kalau ini KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang biasanya ada di universitas-universitas. Nah dalam KKN ini mestinya kita bakal ketemu sama orang baru meskipun satu kampus, tapi ya gak sedikit orang-orang yang gak kita kenal, wkwk.. Ya semoga aja bisa jadi team yang solid dan keren abiis.. Oke kawan-kaawan, ngomongin masalah pertemanan nih, pertemanan ki (sebutan "itu" dalam bahasa Jawa) macem-macem dah, nah dalam prosa yang aku mau share dibawah ini adalah menceritakan pertemananku yang ku rasa agak retak menjelang KKN ini (retak di lem aja kali mbak, haha) ya kadang aku ngerasa sayang banget pertemanan ini agak aneh pas kita udah di ujung semester kayak gini, sayang to nanti endingnya.. Ckckck, yaudin gak usah lama-lama, yuk simak baca pakai nurani, siapin kacang bawang sama kopi, jangan lupa ajak temen habis baca cerita ini langsung ngaji, haaa.. Siapp..?
Aku fikir bersama harapanmu aku bisa lebih kuat,
namun nyatanya tak bertahan lama
Aku fikir berkawan denganmu bisa menghantarkanku pada hal yang lebih baik,
namun nyatanya aku malah mengagumimu dalam jalan yang mungkin tak pernah kau tahu
Ya ya, aku fikir juga jika dengan senyummu dunia seolah akan seimbang dengan garis matriks lurus dan sedikit bersimpul yang kau suguhkan, tapi nyatanya ada sesuatu dalam tubuhku yang remuk dengan hening tindak yang kau lakukan..
Aku mungkin bukan kawan yang selalu menyemangatimu sampai tugas akhirmu selesai, dan ternyata memang aku tak tertulis dalam kertas HVS 80gr yang kau print-kan
Hm aku fikir mengikhlaskan tanpa berfikir bahwa kau sebenarnya selalu ada disekitarku adalah hal yang harus ku perjuangkan mati-matian, namun nyatanya tak sesulit seperti mengurai benang basah dan berlumpur di jalanan..
Aku punya Allah,
Allah punya langit yang dari dulu penuh dengan namamu yang selalu aku naikkan,
namun nyatanya sekarang aku ceritakan tentangmu yang seolah memilukan
Baik, kawan..
Ini bukan jaman patah hati ataupun mengalah demi kejayaan yang semu sekali
Ini kemerdekaan,
Dimana selayaknya kamu memberi sesuatu yang setidaknya kamu raba terlebih dahulu
Jika Allah belum mentakdirkan, ku harap hatiku sesak dengan keikhlasan
Entah itu dengan melupakan atau bahkan Allah menyatukan (kembali)
^RegularTeenager..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar