Minggu, 30 Mei 2021

Bener nih yang ini? (Kehidupan yang Sebenarnya)

 Assalamu'alaykum warahmatullah..

Huwaaa rasanya kangeen bangeet udah pengen nulis disini, ya terlepas ada yang baca atau tidak ya, hihi, tapi asli bersyukur banget bisa menyapa semuanya lewat tulisan aye yang emang gaje, (wkwk udah nikah apa masih gaje aja say? hehe opo o udah nikah? kok ndag bilang? ya gitu dah ngerasa gak produktif nulis kalo gak di up disini, huhu so iyeh nih aku..

Yuk kita mulai aja ya, sebenere sesi ini mah pokoknya mau nyampein kalo aye kangen banget, hihi tapi bukan kangen mantan ya, udah basi itu mah soalnya mantannya juga udah nikah duluan, dan qodarullah Allah juga ijinkan aye nikah kurang lebih hampir tiga tahun setelahnya, ya siapa disangka sih kalau ini semua bakal terjadi sama aye, tapi aye bersyukur banget karena mantan pacar yang kedua ini yang jadi pasangan halal bagi aye, *hiyeee prok prok prok!

terus terus? gimana lagi ceritanye?

Alkisah di suatu hari kehidupan ini benar-benar berubah, tadinya ku sangka setelah di wisuda tahun 2017 aku memasuki dunia yang sebenarnya karena harus sudah memasuki dunia kerja dengan belajar mencari uang sendiri dan mencukupi kehidupan sendiri dan benar-benar sendiri *hmm bilang aja jomblo Sist.. Kurang lebih tiga tahun aku menjalaninya dan remmeber tanpa seseorang spesial selain orang tua dan keluargaku, but I'm enjoyed it, really enjoyed. You know what?  I feel free, no someone make me sad or another, dan jujur sebenernya di masa-masa akhir kerjaku ada seseorang yang hampir menjadi doi tapi dikarenakan pandemi kami pun tidak jadi untuk saling menatap rindu, yo opo seh arek iki, hihi.. Oke syudah lupakaan..

Nah setelah masa kerjaku diliburkan sementara karena suatu hal (hm you know ya sesuatu yang viral di Maret 2020) nah dari situ aku jalani hari-hari dengan niat aku mengabdikan diri setelah kurang lebih enam tahun merantau semenjak kuliah, aku niatkan hari-hariku untuk memberikan yang terbaik untuk ibu, jadi aku di rumah tanpa berniat mencari kerja di tempat lain dikarenakan pandemi yang masih hangat-hangatnya..

Dan beberapa bulan setelah aye di rumah, Tuhan berkata lain, ada getaran-getaran yang ku rasakan, *bukan gempa lho ya, xixixi. Tapi ya bukan berarti aku selalu mulus dalam perjalanan cintaku, ealaah cinta-cintaan nih yee~ Singkat cerita di bulan Juni aku menemukan sesosok yang aku pikir ia akan bisa menerimaku apa adanya dan bisa membimbingku di hari-hari berikutnya. Sebut saja "Mawar" eh ya bukanlah, sebut saja mas "Hidayah" dan kami persingkat lagi ceritanya, kurang lebih dua bulan kemudian kami sepakat untuk menempuh suatu awal perjalanan menuju keeriusan, tepatnya tanggal 8 Agustus ia datang bersama mama cantiknya dan beberapa anggota keluarga lainnya, sungguh serasa antara ada dan tiada, wkwk kadang ngerasa piyeee gitu, pada hari itu seseorang melamarku, ya Allah Kaariim.. I can't imagine it. Dan pada hari itu kami tentukan hari dimana ia akan mengucap janji dihadapan Allah dan waliku.

Ya sangat betul sekali jika ujan-ujian itu akan berdatangan pada insan yang berniat akan menikah, apalagi di waktu yang semakin dekat, salah satunya cincin lamaranku yang sempat hilang, sampai acara akad akan diundurkan, dan masih banyak lagi, kalau ada yang mau sharing boleh juga kok tulis di kolom komentar. Beuh pokoknya ada aja dah, mulai gawai yang tetiba error pada kedua belah pihak, de el el deh pokoknya, alias dan lai-lain.

Dan tentunya saat kita tiba di hari yang telah disepakati, awalnya sih ngerasa B aja ya, aliasa biasa, gak ada yang bikin aku deg-degan atau apapun (maaf ya kadang pakai aye kadang aku, huhu), tapi jujur persiapan dokumen persyaratan untuk menikah yang ngurus aye sendiri jadi mungkin gak terlalu kepikir perasaan gimana nanti pada hari H nya karena udah riweuh duluan, tapi untuk persiapan makanan yang di rumah kurang lebih yang handle ibu dan teman kerabat super baiknya. Tanggal 20 di akhir tahun 2020 adalah dimana hari aku merasa sangat merindukan bapakku yang sudah meninggalkanku ketika aku usia 16 tahun, tidak tahu kenapa pada hari itu aku merasakan bahwa bapak hadir di hari pernikahanku tapi aku sama sekali tak melihatnya, aku hanya bisa merasakannya, ia sungguh benar-benar dekat dan waktu itu aku hanya memegang erat-erat tangan kakak pertama yang duduk disampingku, yang ku rasa hanya ingin menangis dan menangis tidak ada yang lain.

Sungguh kami merasakan lega karena kami sudah menjadi sepasang suami-istri dan ini adalah langkah awal lagi yang malah menjadi sebenar-benarnya hidup, lebih dari ketika aku memasuki awal dunia kerja, dan semoga niat kita selalu sama-sama karena ibadah sehingga jika ada suatu persoalan apapun kita akan menghadapinya dengan sangat ringan dan baik. Terima kasih aku ucapkan kepada Allah SWT yang selalu memberikanku takdir terbaiknya, keluargaku yang selalu men-support dalam keadaan apapun, begitu juga jajaran para teman terbaik termasuk kamu yang lagi baca *terima kasih ya, tengkiss, terima kasih juga mas Hidayah sang penakluk kekanak-kanakanku, yang menjadi teman hidup kini dan nanti juga semoga bisa sampai ke syurga-Nya..

Sampai sini dulu ya teman-teman, semoga selalu ada manfaat yang diambil dari tulisan gaje ini, dan semoga teman-teman semua selalu Allah bantu dalam keadaan apapun ya..


Salam hangat dari istri mas Hidayah (nama aslinya disamarkan, hihi)


Wassalamu;alaykum warahmatullah..

Kamis, 06 Februari 2020

Kotak Ajaib *Cringg..!!!

Mendung tidak berarti hujan, Guest..
Tapi mendung adalah pertanda bahwa bisa saja hujan akan datang..

Kegiatan yang menurutmu monoton bukan berarti gak bermanfaat ya, Guest
Hanya saja itu merupakan sebuah kondisi dimana membutuhkan suasana lain dari yang biasanya kita rasakan..

Saat ini, kotak yang kubawa seakan aku tak bersemangat membersamainya
memang awalnya ini bukan kehendakku
aku berusaha menyukainya sejak usia tahun pertama
dan aku membawanya menjadi impianku di tahun kedua
dan membuatku bangga di tahun ketiga

Ditahun ke empat dan kelima bak tak ada yang meresahkan
Merasa aku dan kotak tearsebut layak mengudara
Meski masuk di ranah yang penuh riuh
Kami bisa berjalan ditengah atau pinggir kota

Kini menginjak tahun keenam
Kami haruslah bersama
Aku ingin mengisi kotak ini dengan warna yang lebih indah
Aku ingin tak hanya aku yang mewarnainya

Terkadang aku merasa bahwa aku ingin memiliki kotak yang baru
Tapi ini adalah kotak amanah dari sang pengganti Ayah
Bisakah aku untuk membersamainya dengan berani lagi?
Tanpa gundah harus mencari arah
Tanpa gelisah mencari khatulistiwa yang membasah

Hai kotak terbaik,
Jangan menghujatku saatku ingin berjalan tanpamu
Jangan berbisik pada angin malam bahwa kau sedikit tak menyukaiku
Aku yakin kotak ajaib yang Allah titipkan
Bak purnama di malam yang berawan
Dicari dan diminati seluruh penjuru negeri

Namun wahai ayah,
Aku sangat menginginkan setiap malam ini aku bercerita tentang hari tadi..







Rabu, 04 Desember 2019

Member Kaum Rebahan *hiyyaaa


Assalamu'alayaikum warahmatullah~
Begimane kabarnye, kawan2?

Bila saat ini di daerah kalian lagi mau mulai musim penghujan, berarti kite same dah. Tapi apa iya karena cuaca, hawanya jadi mager alias males gerak yang alhasil jadi kaum rebahan, huhu syediih rasanya akutu~

Siapa yang ka.zet.el (ditulis :kzl, dibaca:kezel = kesel dalam bahasa jawa artinya capek) atau sebel ya, masa baru jam 10.00 udah ngantuk lagi, kan gak worth it gitu laah dengan keadaan pribadi yang harus mencari sesuap nasi di kota orang, (ceilaaah bilang aja cari nafkah! iyaasih tapi baru buat diri sendiri).

Bagi aye, kaum rebahan tidak bisa juga sepenuhnya disalahkan, aye yakin mereka pasti punya alasan tersendiri kenapa bisa rebahan all day long gitu, wkwk. Bisa juga lho salah satu alasan menjadi member dari kaum rebahan adalah rasa lelah dan ngantuk setelah bekerja, jadi its ok lah ya buat rebahan sejenak setelah beberapa kewajiban yang harus kita jalani sebelumnya.

Tapi kalau ada yang jadi member kaum rebahan karena males,  males skripsi, males kuliah, terus bolos. Hallah wes gitu mah bukan alasan yang tepat,  kaum rebahan gak selamanaya rebahan, ya hanya beberapa saat untuk men-charge energi yang telah dipakai. Jangan lupa isi energinya mulai dari 0 (nol) yaa, hahah mbok kiro tuku bensin nduk~

udah dulu ya kawan2, sebenernya banyak banget yang pengen diceritain tapi yaa begini asli aye ngantuk berat pas nulis ini, kan agak  aneh yak` hihi

Udahdulu yee....
Semoga bermanfaat~
wassalamu'alaikum warahmatullah...