Rabu, 28 Agustus 2019

Disini Dari Striker Abal-Abal Sampe Translate-in Surah Yasin

                                          (Gambar Lapangan MTs-MA Al-amin Puloerang)

Assalamu'alaikum..
Hallo..! Hallo..!

"This announcement, announcement coming from language departement, who I call the name, are hope to meet in rice field right now! They are:
1. Ucup from class VIIB
2. Dadang from calss VIIIA
3. Bla .. Bla.. Bla..
4. And so on"
(Btw,nama-nama tersebut adalah nama-nama samaran ya Sob)

Hayoo siapa yang kangen pengumuman kayak gitu sehabis dzuhur? Ngaku? wkwk atau malah kalian pernah dipanggil namanya, xixixi okay Sob jangan khawatir, semua memang unik, ya itulah Al-amin punya, yayasan tempatku bersekolah mulai jenjang SLTP dan SLTA, memang tidak terletak di kota, tapi aku sangat bangga bisa bersekolah disana.

Ya, Al-amin lah nama yayasanku, terletak mewah (mepet sawah), megah (mepet gabah) wkwk tapi kualitasnya gak usah diragukan deh, disini program yang diunggulkan adalah full day English ya meski pada prakteknya ada saja oknum-oknum yang "ngabelewing" alias gak patuh sama aturan ini. Pada jamanku, sudah tersedia boarding (alias pondok), tapi belum diwajibkan, alhasil aku hanya bertahan satu minggu *oops jangan bilang siapa-siapa ya, alasannya cukup klasik sih, karena jarak rumahku yang dekat jadi bisa didayung oleh goesan sepeda, wkwk aspasih aku? sepeda kok didayung?

Okay, singkat cerita aku belajar selama 6 tahun disana, jadi full dah tuh dari MTs sampai MA. Mau dibilang bosen tapi enggak juga sih, mau dibilang ndeso, hm jelas tidak juga, toh kami dikenalkan dengan event kejuaraan  di luar sekolah baik dalam bidang akademis atau non-akademis seperti olimpiade MIPA, debat bahasa inggris, porseni, kalau sekarang lihat perkembangannya udah keren sampai ada taekwondo, maklum jamanku mah masih jaman futsal nge-hits.. Hihihi. Ngomong-ngomong tentang futsal nih bray, ada cerita dibalik gambar lapangan yang author upload diatas, yuk check it out ceritanya :

Lapangan tersebut biasa kami panggil rice field dengan sangat jelas adalah lapangan padi yang useful banget ketika panen, tapi gak cuma itu bray, pas gak panen pun lapangan ini aktif  dibeberpa kegiatan, diantaranya:
1. Buat upacara, maen futsal, volly, kegiatan olahraga lain,
2. Bisa jadi tempat buat hukum anak-anak yang ngabelewing tadi, hahah. 
3. Bisa jadi lapangan perayaan api unggun saat perkemahan masa penerimaan siswa baru

Selain itu, peristiwa yang nyantol yang pernah author alamin di lapangan ini pun gak kalah seru karena udah jadi saksi kalo kelasnya author jaman dulu IXB menjuarai futsal puteri sesekolahan sih, tapi kan lumayan bisa menaikan harkat dan martabat kelas, wkwk aposeh Lis, Lis.. Satu lagi, di lapangan ini juga author punya cerita yang super ngisinkeun (dalam bahasa Sunda) alias memalukan karena pas upacara bendera hari Senin (kebayang kan anak sekolah satu yayasan berkumpul pagi itu) author baris paling depan di barisan kelas XII, eh karena ada instruksi pindah lokasi barisan ke arah Utara otomatis balik kanan bubar barisan kan, bray? Lah ini author langsung aja nyelonong jalan ke depan barisan, dan setelah dua langkah maju author sadar bahwa tak ada yang lain yang sepertinya (orang yang laen pada balik kanan semua, hadeuh tepok jidat deh -_-)

Jadi pas lihat lapangan ini yang teringat ialah masa-masa ngangenin dimana mulai jadi striker abal-abal tim futsal kelas sampe-sampe kena hukuman pas awal masuk diminta translate surat Yasin ke dalam bahasa Inggris, dan ingat ya Sob jamanku tahun 2008 itu belum tahu kalau ada google translate, wkwk alhasil bener-bener translate manual pake kamus di rumah kakak tingkat dari pagi sampe sore, masya.Allah kenangan dah tuh..

Udah dulu ya Sob, jadi intinya kenangan itu gak bisa dibeli tapi bisa disimpan, kadang ada yang bilang kalo kenangan pahit itu bisa dilupakan dengan kita anggap bahwa kenangan itu tidak pernah terjadi, tapi apa daya lebih baik mengikhlaskan karena dengan ikhlas sepenuhnya kita "semeleh" alias pasrah dengan usaha yang telah kita lakukan.. 

Semangaaaats Brayy.. Aku lari muterin lapangan dolooo.. wkwkwk
Daadaaaaa .... (lambai-lambai tangan..)
Wassalamu'alaykum...

Kamis, 22 Agustus 2019

Hilangnya Bambank ~

Aku punya teman, katakanlah dari sisi positif ia adalah teman yang bisa dan tepat ada disaat ku perlu tanpa aku memintanya, sebut saja Bambank, ia merupakan teman yang aku kenal sejak semester kedua kehidupanku di kampus. Posisi Bambank tidak sekelas bahkan tidak satu fakultas. Bambank berasak dari fakultas lain dan berjarak kelasnya dengan kelasku dengan waktu tempuh kurang lebih 1jam (itu kalau author yang bawa motor, wkwk) ya kurang lebih jarak Ciamis-Tasik gitu kali yaa..

Tapi aku tidak tahu alasan Bambank yang kini seolah meninggalkan pertemanan kami yang sudah kita lalui kurang lebih tiga tahun. Jujur kesedihannya cukup membanjiri Banjir Kanal Timur yang ada di Jakarta #eh apaan sih capruk dah! (Capruk meniliki arti ngelantur dalam bahasa Sunda)

Dengan jarak kami yang secara gmaps adalah 41km membuat pertemuan-pertemuan awal kami lebih beralasan acara keorganisasian, baik di dalam kampus atau diluar kampus.

Kami merasa bahagia, eh mungkin tepatnya cuma aku yang merasa senang dengan pertemanan ini, dengan adanya beberapa acara organisasi yang dapat mempertumukan salah satunya ialah kuliah umum masing-masing fakultas tapi diadakan di satu tempat. Bambank mau menjemputku walau padahal ia akan lebih nyaman datang langsung ke lokasi karena lebih dekat. Lalu acara belajar design di kampus sebelah, Bambank juga mau mengantar jemput ke kost, tapi yang tidak aku sadari saat itu ialah bahwa kehadiranku ini tidak inginkan Bambank untuk diketahui teman-temannya..

Sebenarnya cerita Bambank ini bisa aja author bikin jadi beberapa episode, karena dalam kurun waktu sekitar 3 tahun pertemanan kami mempunyai sisi yang mungkin bisa membuatku bertanya "kok bisa?"

Namun di paragraf kedua tadi author sudah sampaikan bahwa seolah Bambank telah hilang, hilang entah kemana..

Mungkin saja aku rindu Bambank, tapi bukan sosoknya, melainkan kisah-kisahnya, mungkin saja aku kesal dengan Bambank tapi bukan dengan orangnya melainkan dengan sikapnya..

Yah, begitulah Bambank menghilank.. Sama sekali tidak menyisakan duri, tapi saat hujan turun aku merasa rindu juga turut membumi bersamanya..

Sampai ketemu di lain jarak (bukan dilain waktu), Bambank..


            Gambar.1 Saat hujan turun, aku merasa rindu juga turut membumi bersamanya"