Tapi aku tidak tahu alasan Bambank yang kini seolah meninggalkan pertemanan kami yang sudah kita lalui kurang lebih tiga tahun. Jujur kesedihannya cukup membanjiri Banjir Kanal Timur yang ada di Jakarta #eh apaan sih capruk dah! (Capruk meniliki arti ngelantur dalam bahasa Sunda)
Dengan jarak kami yang secara gmaps adalah 41km membuat pertemuan-pertemuan awal kami lebih beralasan acara keorganisasian, baik di dalam kampus atau diluar kampus.
Kami merasa bahagia, eh mungkin tepatnya cuma aku yang merasa senang dengan pertemanan ini, dengan adanya beberapa acara organisasi yang dapat mempertumukan salah satunya ialah kuliah umum masing-masing fakultas tapi diadakan di satu tempat. Bambank mau menjemputku walau padahal ia akan lebih nyaman datang langsung ke lokasi karena lebih dekat. Lalu acara belajar design di kampus sebelah, Bambank juga mau mengantar jemput ke kost, tapi yang tidak aku sadari saat itu ialah bahwa kehadiranku ini tidak inginkan Bambank untuk diketahui teman-temannya..
Sebenarnya cerita Bambank ini bisa aja author bikin jadi beberapa episode, karena dalam kurun waktu sekitar 3 tahun pertemanan kami mempunyai sisi yang mungkin bisa membuatku bertanya "kok bisa?"
Namun di paragraf kedua tadi author sudah sampaikan bahwa seolah Bambank telah hilang, hilang entah kemana..
Mungkin saja aku rindu Bambank, tapi bukan sosoknya, melainkan kisah-kisahnya, mungkin saja aku kesal dengan Bambank tapi bukan dengan orangnya melainkan dengan sikapnya..
Yah, begitulah Bambank menghilank.. Sama sekali tidak menyisakan duri, tapi saat hujan turun aku merasa rindu juga turut membumi bersamanya..
Sampai ketemu di lain jarak (bukan dilain waktu), Bambank..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar