Kamis, 21 Desember 2017

Mentari dan Angin

Beberapa bulan setelah wisuda
Aku tak menginginkan apapun dari semua teman-teman semasa kuliah
Aku hanya ingin tetap berada bersama mereka, meski tidak pada tempat yang sama

Namun, ada kalanya seseorang nampak pergi
yang dulu sangat begitu dekat
Sekarang pergi seolah sejauh mentari
Dulu ia ada dan menghangatkan
tapi sekarang ia jauh dan rasanya sudah terhalang sang awan
kini ia tak lagi jadi mentari
ia bak berubah layaknya angin yang entah kemana ia akan berhembus

Waktu itu aku ketahui arah kemana angin kan pergi
Namun kini, jangankan hal demikian, saling sapa dalam media pun jarang
Apalagi meminta waktu luang sekedar untuk bercanda
Seperti tak mungkin dalam kacamata manusia

Sungguh aku tak pernah menginginkan kepergiannya
Tapi jika itu adalah hal yang dia anggap baik
Aku tak bisa memaksanya untuk berlari bersama
Memang kompas kita memilih mata angin yang berbeda
Dimana sejukku tak lagi milikmu
Dan anginmu tak lagi untukku
Maka kumohon dengan alasan apapun jangan pernah kembali
Kembalilah jika benar-benar aku adalah alasanmu berhenti