Percayakah?
Suatu saat
ada bangsawan menjemputku
Memberiku
sebuah mandat
Menyuruhku
dan mengajakku
Berjalan
seperti yang dia inginkan
Memintaku
untuk memasuki kastil diatas awan
Sungguh ku
tak punya firasat apa-apa
Namun,,
Ketika ku
tepat di depan pintu
Sesuatu yang
aneh terasa di jantungku
Bangsawan
lain pun berkata “masuklalah”
Dengan datar
ku buka pintu itu
“Astagfirullah,
subhanallah”
Sontak
kagetku tak tertahankan
Pangeran
tengah duduk dikelilingi orang-orang
Sesaat
memandangku
“Ada apa
ini?” ucap hatiku terkejut
Setelah
pintu kastil ditutup
Seluruh
saraf badanku gugup
Lututku
serasa tak mampu menopang badanku
Tuhan, apa
yang sedang ku rasa ini?
Ruangan itu
nampak berlumur kebahagiaan
Gelombang
yang tak beraturan itu datang
Apalagi
ketika seorang penghuni istana berucap
Menyuruh
pangeran untuk mengungkapkan
Aku semakin
tak karuan
Merasa
seorang diri
Serasa
mimpiku telah dikabulkan
Tak ku
sangka pangeran itu tersenyum dan berkata
“Kakak,
selamat ulang tahun yang ke-17”
Uhaha, gila,
gila, gila
Reaksi kimia
dalam tubuhku sungguh tak setimbang
Kakiku tak
bisa tegap
Aku hanya
bisa mencuri sudut matanya
Dan dengan
sedikit malu ku jawab “u..laa..ngi!”
Dengan kata
yang tak sama ia pun mengulanginya
Situasi
ruangn semakin berwarna
Sungguh ku
tak tahu apa yang harus aku lakukan
Semuanya
serasa tak nyata
Suatu yang
mulaya hanya ku impikan
Kini telah
terealisasikan
Tuhan,
ulah
bangsawan itu tak cukup sampai disini
aku dan
pangeran disuruhnya keluar ruangan
astagfirullah
ku dapati
ratusan pasang mata disana
tepat di
bawah kastil bola mata mereka menujuku
juga menuju
pangeran yang ada disampingku
percayakah?
Darahku
seakan beerhenti saat itu
Jemariku
mempucat
Perasaanku
sungguh tak berarah
Apalagi
ketika bangsawan itu memberikan pengumumann
Terebih lagi
bangsawan lain membawa sepotong kue
Tak ku duga
diserahkannya kue itu kepada pangeran
Sungguh aku
semakin aneh
Pangeran itu
memeganginya untukku
Sembari
menyodorkan senyum manisnya
Tuhan..
Mimpikah
ini?
Hal diluar
otakku
Bangsawan
itu menyuruh seluruh rakyat untuk bernyanyi
Tka menunggu
lama mereka berlagu
Lirik yang
umum itu membuatku bahagia
Semua rakyak
mengeluarkan suara indahnya
Bangsawan
tadi bertanya padaku
“Apa yang
hendak kau sampaikan ke seluruh rakyat?”
Subhanallah
Betul-betul
menguji detak jantungku
Tanpa fikir
panjang aku mengatakan
“Thanks so
much for all my younger,
God bless
you, and I hope all of you are be better
Better,
better, thanks so much, I love you so much, much, much”
Jujurku ini
telah ku bayangkan jila alu naik ke lantai atas, dan melihat orang-orang
dibawah sana
Sementara,
Pangeran itu
masih memegangi kue sederhana
Aku semakin
malu menampakkan wajahku
Lagu itu
sudah berlalu
Rakyat pun
semakin menunggu
Tanpa
disuruh, merak berteriak dengan sendirinya
Aku sungguh
tak menyadarinya
ku hanya
bisa menatap kue kecil dan pangeran itu dengan sesekali
lama-kelamaan
teriakan
rakyat semakin terdengar jelas
mereka
serempak berteriak karena kue yang tak ku sentuh
tak sedikit
pun ku perdulikan mereka
aku hanya
bisa senyum malu
gugup kaku
didepan kue yang dipeganginya
“Suapin!
Suapin!”
Kata itulah
yang keluar dari ratusan rakyat
Kiniku telah
terjerat malu dan bahagia
Raguku masih
ada ditangan
Seakan
tanganku sulit memegang kue itu
Lau ku
perihatkan tangan pucatku
Hari ini,
nafsu makanku seakan bersembunyi
Aku tak bisa
menggapai kue itu
Entah kenapa
rasanya sukar
Ku rasa
sesuatu menghampiriku
Otakku mulai
bekerja
Otakku
menyuruh saraf motoric di tangan
Dimintanya
untuk mengmbil kue cokelat
Akhirnya ku
bisa memegang kue itu
Perlahan ku
menggigitnya
Aku tak
pedulikan rakyat itu
Ku lihat
pangeran itu tetap saja memegangi kuenya
Buliran air
di sudut matanya hapir menetes
Aku sungguh
tak mengerti apa yang dia rasakan
Salah satu
bangsawan pun menegurnya
“Jangan
nangis, Dek!”
Dia tetap
sasja hadir dihadapanku
Selagi aku
memakan kue
Empat kue
lain masih tetap dalam posisinya
Tak ku
sentuh karena gugupku masih mengganggu
Detik demi
detik ku ulurkan tanganku
Mengambil
kue hitam di salah satu penjuru
Suatu hal
gila yang pertama kali ku lakukan di dunia
Tanganku
sangat berani
Perlahan
tangan ini menuju mulutnya
Astagfirullah,
Tak ku
sangka pangeran itu membuka mulutnya dan memakannya
Mimpikah
ini?
Setelah itu
aku menyondongkan badanku
Aku berbisik
kecil kepada pangeran
Aku tak tahu
dia mendengarnya atau tidak
Namun hal
ajaib itu terjadi
Dia
mengambilkan kue hitam untukku
Dan…
Menyuapiku J
Subhanallah,
Lagi-lagi
aku bertanya
Mimpikah
ini??
Sorak rakyat
diatas sana tak tertinggal
Mereka
tampak turut bahagia
Dengan apa
yang aku dan pangeran lakukan
Waktu itu
bahagiaku keluar
Berkali-kali
aku meminta bangsawan untuk mencubitku
Mimpikah ini?
Mimpikah ini?
Pangeran itu
tetap saja didepanku
Dengan setia
memegangi piring berisikan kue
Salah satu
bangsawan pun menyuruhnya pergi
Ssembari
mengucap teriima kasih
Sungguuhu
ini merupakan hari istimewa
Tak lupa aku
menyalaminiya
Lalu ia
meninggalkan tempat bersejarahku
Beberapa
langkah pun ia pergi
Dengan tak
sabar aku mengejarnya
Ku tepuk pundaknya
Aku ucapkan
“terima kasih banyal, Dek!”
Pangeran pun
berlalu
Akku tak
berfikir untuk mengantarnya menuruni kastil
Tapi aku
sasngat bersyukur
Allah telah
memberikanku hari terindah ini :)
- Remaja Biasa -