Sabtu, 25 Januari 2014

puisi ulang tahun fenomenalku



Percayakah?
Suatu saat ada bangsawan menjemputku
Memberiku sebuah mandat
Menyuruhku dan mengajakku
Berjalan seperti yang dia inginkan
Memintaku untuk memasuki kastil diatas awan
Sungguh ku tak punya firasat apa-apa
Namun,,
Ketika ku tepat di depan pintu
Sesuatu yang aneh terasa di jantungku
Bangsawan lain pun berkata  “masuklalah”
Dengan datar ku buka pintu itu
“Astagfirullah, subhanallah”
Sontak kagetku tak tertahankan
Pangeran tengah duduk dikelilingi orang-orang
Sesaat memandangku
“Ada apa ini?” ucap hatiku terkejut

Setelah pintu kastil ditutup
Seluruh saraf badanku gugup
Lututku serasa tak mampu menopang badanku
Tuhan, apa yang sedang ku rasa  ini?
Ruangan itu nampak berlumur kebahagiaan
Gelombang yang tak beraturan itu datang
Apalagi ketika seorang penghuni istana berucap
Menyuruh pangeran untuk mengungkapkan

Aku semakin tak karuan
Merasa seorang diri
Serasa mimpiku telah dikabulkan
Tak ku sangka pangeran itu tersenyum dan berkata
“Kakak, selamat ulang tahun yang ke-17”
Uhaha, gila, gila, gila
Reaksi kimia dalam tubuhku sungguh tak setimbang
Kakiku tak bisa tegap
Aku hanya bisa mencuri sudut matanya
Dan dengan sedikit malu ku jawab “u..laa..ngi!”
Dengan kata yang tak sama ia pun mengulanginya

Situasi ruangn semakin berwarna
Sungguh ku tak tahu apa yang harus aku lakukan
Semuanya serasa tak nyata
Suatu yang mulaya hanya ku impikan
Kini telah terealisasikan
Tuhan,
ulah bangsawan itu tak cukup sampai disini
aku dan pangeran disuruhnya keluar ruangan
astagfirullah
ku dapati ratusan pasang mata disana
tepat di bawah kastil bola mata mereka menujuku
juga menuju pangeran yang ada disampingku

percayakah?
Darahku seakan beerhenti saat itu
Jemariku mempucat
Perasaanku sungguh tak berarah
Apalagi ketika bangsawan itu memberikan pengumumann
Terebih lagi bangsawan lain membawa sepotong kue
Tak ku duga diserahkannya kue itu kepada pangeran
Sungguh aku semakin aneh
Pangeran itu memeganginya untukku
Sembari menyodorkan senyum manisnya
Tuhan..
Mimpikah ini?




Hal diluar otakku
Bangsawan itu menyuruh seluruh rakyat untuk bernyanyi
Tka menunggu lama mereka berlagu
Lirik yang umum itu membuatku bahagia
Semua rakyak mengeluarkan suara indahnya

Bangsawan tadi bertanya padaku
“Apa yang hendak kau sampaikan ke seluruh rakyat?”
Subhanallah
Betul-betul menguji detak jantungku
Tanpa fikir panjang aku mengatakan
“Thanks so much for all my younger,
God bless you, and I hope all of you are be better
Better, better, thanks so much, I love you so much, much, much”
Jujurku ini telah ku bayangkan jila alu naik ke lantai atas, dan melihat orang-orang dibawah sana

Sementara,
Pangeran itu masih memegangi kue sederhana
Aku semakin malu menampakkan wajahku
Lagu itu sudah berlalu
Rakyat pun semakin menunggu
Tanpa disuruh, merak berteriak dengan sendirinya
Aku sungguh tak menyadarinya
ku hanya bisa menatap kue kecil dan pangeran itu dengan sesekali

lama-kelamaan
teriakan rakyat semakin terdengar jelas
mereka serempak berteriak karena kue yang tak ku sentuh
tak sedikit pun ku perdulikan mereka
aku hanya bisa senyum malu
gugup kaku didepan kue yang dipeganginya

“Suapin! Suapin!”
Kata itulah yang keluar dari ratusan rakyat
Kiniku telah terjerat malu dan bahagia
Raguku masih ada ditangan
Seakan tanganku sulit memegang kue itu
Lau ku perihatkan tangan pucatku

Hari ini, nafsu makanku seakan bersembunyi
Aku tak bisa menggapai kue itu
Entah kenapa rasanya sukar

Ku rasa sesuatu menghampiriku
Otakku mulai bekerja
Otakku menyuruh saraf  motoric di tangan
Dimintanya untuk mengmbil kue cokelat
Akhirnya ku bisa  memegang kue itu
Perlahan ku menggigitnya
Aku tak pedulikan rakyat itu

Ku lihat pangeran itu tetap saja memegangi kuenya
Buliran air di sudut matanya hapir menetes
Aku sungguh tak mengerti apa yang dia rasakan
Salah satu bangsawan pun menegurnya
“Jangan nangis, Dek!”
Dia tetap sasja hadir dihadapanku
Selagi aku memakan kue

Empat kue lain  masih tetap dalam posisinya
Tak ku sentuh karena gugupku masih mengganggu
Detik demi detik ku ulurkan tanganku
Mengambil kue hitam di salah satu penjuru

Suatu hal gila yang pertama kali ku lakukan di dunia
Tanganku sangat berani
Perlahan tangan ini menuju mulutnya
Astagfirullah,
Tak ku sangka pangeran itu membuka mulutnya dan memakannya
Mimpikah ini?
Setelah itu aku menyondongkan badanku
Aku berbisik kecil kepada pangeran
Aku tak tahu dia  mendengarnya atau tidak
Namun hal ajaib itu terjadi
Dia mengambilkan kue hitam untukku
Dan…
Menyuapiku J
Subhanallah,
Lagi-lagi aku bertanya
Mimpikah ini??
Sorak rakyat diatas sana tak tertinggal
Mereka tampak turut bahagia
Dengan apa yang aku dan pangeran lakukan

Waktu itu bahagiaku keluar
Berkali-kali aku meminta bangsawan untuk mencubitku
Mimpikah  ini?
Mimpikah  ini?
Pangeran itu tetap saja didepanku
Dengan setia memegangi piring berisikan kue

Salah satu bangsawan pun menyuruhnya pergi
Ssembari mengucap teriima kasih
Sungguuhu ini merupakan hari istimewa
Tak lupa aku menyalaminiya
Lalu ia meninggalkan tempat bersejarahku
Beberapa langkah pun ia pergi
Dengan tak sabar aku mengejarnya
Ku tepuk pundaknya
Aku ucapkan “terima kasih banyal, Dek!”
Pangeran pun berlalu
Akku tak berfikir untuk mengantarnya menuruni kastil
Tapi aku sasngat  bersyukur
Allah telah memberikanku hari terindah ini :)


                                   
- Remaja Biasa -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar