Rabu, 05 Maret 2014

MoodBuster



Kiranyna saat ini aku sedang terbelit
Rantai tajam yang keras
Jangankan untuk tertawa,
Untuk tersenyum pun tak bisa

Mungkinkah pada satu masa ku kan terlepas?
Menjadi manusia dewasa yang tak kenal putus asa

Bisakah aku berlari?
Menjauh dari sulitnya berpijak

Ku akui,
Kadang ku dambakan riwayat handal
Ku inginkan namaku terbanng melintas katulistiwa
Tapi, nyatanya aku masih ada pada hari ini
Jadi, memory terekam ulang
Dari sang Kakak “lakukanlah yang terbaik hari ini”




-      Remaja biasa   -

Puisi Untuk Ayah


Nafas lelah ku dengar
Hembusan yang riuh terkeluarkan
Sampai mata yang terlihat lemah ikut Nampak
Di wajah ayah yang mengerti akan hirup pikuk dunia

Dari dulu hingga kini
Senyumannyatak pernah padam
Dia bagai lentera di kala gelap
Bagai pelangi dikala hujan

Bau mentahnya hidup
Kini telah ku hirup
Semenjak ditinggal ayah
Pikirku melayang melambung menjauhi bumi
Dan sampailah aku pada sebuah jawaban
Ternyata jika ayah pergi tinggalkanku dia tahu
Kalaulah diri inisudah dianggapnya mampu
Mampu berdiri,
Mampu menjagaibu,
Serta mampu bertanggungjawab atas diriku

Terimakasih ayah,
Cinta sucimu ku kenang
Dan takkan pernah hilang
Meski kau telah pergi menghadap sang Ilahi


-      Remaja Biasa  -