Bicaralah, Ayah..
Pagi itu aku
terbangun dengan sedikit rasa tidak enak di area pinggang sebelah kiri. Jujur,
semalam sebelum tidur seusai bergelut dengan perasaan yang cukup tidak
mengenakan, aku paksakan merebahkan badanku diatas kasur kos pada waktu yang
lebih awal dengan harapan seketika bangun nanti aku kan merasakan kesegaran dan
lupa akan hal yang telah terjadi tadi sore.
Sudah lama
sekali aku tidak berjumpa dengan Ayah, bukan karena hal yang begitu
mementingkan namun ini masalah waktu. Waktu berjalan terasa begitu cepat,
hingga sekarang aku telah memasuki semester lima. Semester yang boleh dibilang
“tua” karena semester enam nanti sudah waktunya wisuda.
Ayah adalah
sosok yang penyabar yang aku kenal dalam keseharianku, namun ia juga tegas
dalam menyuruhku tidur jika sudah jam 21.00, yang selalu bernada agak kesal
jika waktu sudah menunjukan waktu Maghrib dengan posisiku yang belum selesai
makan sore, dan banyak lagi. Aku memang tidak terlalu dekat dengan ayah namun
Ayah selalu saja memperhatikan hal-hal kecil dariku seperti kerah baju yang
belum rapi ketika hendak berangkat sekolah, padahal seragam sekolahku pakai
kerudung, jadi tidak begitu masalah jika kerah bajuku berantakan, namun tetap
ssaja Ayah selalu mengingatkan, bahkan merapikannya langsung.
Kini, pagi ini,
aku cukup terheran. Semenjak waktu SMA aku tidak pernah bertemu Ayah secara
langsung, tapi semalam Ayah datang. Tapi mengapa setiap Ayah datang, tidak
pernah Ayah katakan sepatah kata pun? Apa ini yang namanya “Rindu”? dan aku
tersadar bahwa baru saja aku terbangunkan oleh lantunan surat Al-Fatihah dari
alarm handphoneku, dan aku ingat bahwa ketika libur semester empatlah terakhir
kalinya aku bawakan dua tangkai bunga yang hanya aku petik di jalan untuk Ayah.
Semoga, Ayah selalu bangga dengan perjuangan kami putra-puterimu, Ayah tak
perlu khawatir aku bisa menghadapi masa transisi remaja menuju dewasa ini, dan
Ayah tidak perlu risau, Ayah selalu ada disini, senyum Ayah tersimpan rapi
disini, di hati puteri bungsumu..
~ Regular Teenager ^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar